0



Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda dalam hadits Abdullah bin Mas’ud -radhiallahu ‘anhu-, “Tidak akan beranjak kaki anak Adam pada Hari Kiamat dari sisi Rabbnya sampai dia ditanya tentang 5 (perkara) : Tentang umurnya dimana dia habiskan, tentang masa mudanya dimana dia usangkan, tentang hartanya dari mana dia mendapatkannya dan kemana dia keluarkan dan tentang apa yang telah dia amalkan dari ilmunya”. (HR. At-Tirmizi)
Hadits di atas jelas menunjukkan bahwa masa muda merupakah salah satu nikmat terbesar yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
Usia remaja adalah masa transisi, hendaknya setiap remaja menyadari itu, kita bisa berubah dari satu wujud kewujud yang lain, bahkan nyaris setiap hari kita berganti-ganti peran bertukar cita-cita. Segala keindahan ingan rasanya kita raih, segala rahasia ingin kita bongkar dan segala jenis kepandaian ingin kita kuasai, tapi sadarkah kita bahwa usia kita telah di takar, kemampuan kita terbatas, bertanyalah sehebat apakah engkau sehingga menghayal melebihi batas???
Ketika itu usiaku memasuki angka 14 tahun, usia yang berada pada masa ironi, saat itu setiap hari aku bergolak dengan dua keadaan antara menjadi remaja yang shalih dan remaja yang hura-hura dan hedonisme, sehingga terkadang aku menjadi pemuda yang hidup sehari-hari di masjid, bahkan waktu di rumah sehabis sekolah banyak aku habiskan di masjid, akan tetapi di sisi lain aku terkadang tertarik kepada teman-temanku dengan aneka jenis kenakalan yang memalukan untuk di ceritakan. Sesungguhnya aku memasuki masa pencarian jati diriku, aku merasa ada sebuah rahasia yang aku harus ungkap untuk memuaskan perasaanku, setiap hari aku tertatih-tatih susah payah mencarinya namun begitu sulit rasanya, bahkan terkadang aku sendiri lupa, apa sesungguhnya yang aku cari selama ini dan aku mulai terseret lagi ke arus pergaulan remaja nakal yang banyak menyia-nyiakan waktu demi hal-hal yang tidak berguna bahkan cenderung negatif dan membahayakan, kini aku mulai tersadar!
Teman adalah salah satu unsur yang kuat yang mampu mengubah siapa aku sekarang dan hari esok, malangnya aku tidak banyak mempunyai teman yang baik, kebanyakan temanku adalah pemuda labil dan menghawatirkan, aku ingat sekali perkataan guru matematika SMP dahulu, bahwa teman yang baik adalah ibarat penjual minyak wangi yang akan membagikan keharumanya meskipun kita tidak membelinya, dan perumpamaan teman yang buruk adalah seperti pandai besi yang bagaimanapun kita akan di berinya asap yang membuat tidak nyaman,


KEBIMBANGAN YANG MENJADI-JADI
Setelah menyelesaikan Study di tingkat menengah pertama aku melanjutkan ke salah satu SMU di Kota Karanganyar, teman-teman baru dan lingkungan yang baru dengan segala sifat dan karakternya, tidak ada pilihan lain kecuali menyesuaikan diri dengan hal itu jika ingin tidak di anggap kuper, aku merasa kebingungan menyesuaikan kesenanganku dan hal-hal yang mereka anggap menyenangkan, hingga terkadang aku menipu diriku sendiri demi agar kelihatan sama dengan mereka dan sesungguhnya aku tidak suka dengan yang demikian ini karena kami banyak sekali perbedaanya, hal inilah yang menyebabkanku perlahan-lahan tersingkir dari mereka, aku hanya akan merasa sama jika sedang jam pelajaran saja.
Aku sering sekali melamun sendiri, anganku terkadang mengembang entah kemana, aku mulai meresa tidak nyaman dengan hari-hariku, pencarianku rasanya telah gagal aku bahkan tidak berhasil menemukan apa-apa, bahkan parahnya di caturwulan kedua aku sering sekali tidak masuk sekolah bukan membolos bersama-sama teman yang lain, tapi aku membolos sendiri, terkadang aku menghabiskan waktu di sebuah taman di Kota Karanganyar sendiri, kadang aku bermain ke salah satu Toko Komputer milik teman, dan terkadang aku menghabiskan waktu di Toko Elektronika milik teman juga, begitulah dan aku mulai bermasalah dengan guru-guru, nilai-nilaiku anjlok, dan bahkan sempat mendapatkan ancaman di keluarkan jika aku tetap sering tidak masuk sekolah,
Di saat-saat itu aku sering menyendiri, waktu-waktu istirahat sering aku habiskan di dalam kelas saja, aku duduk dan melamun sendiri, hingga aku tersadar ada seseorang yang juga sering menghabiskan waktu istirahat di dalam kelas saja bahkan jarang sekali beranjak dari tempat duduknya bedanya aku hanya melamun dan dia sibuk dengan yang ada di tangannya, dia adalah siswa perempuan yang terlihat sangat berbeda dengan teman-temannya karena hanya dialah yang mengenakan jilbab yang ukuranya extra lebar, akan tetapi selama ini aku tidak menyadari jika memiliki teman sekelas seperti dia, karena memang sama sekali aku belum pernah berkenalan dengannya semenjak 7 bulan aku di sekolah disini, perhatianku mulai sering tertuju kepadanya, raut mukanya memancarkan kesejukan, bahkan sering sekali aku mendengar sayup-sayup perkataanya adalah nasihat kepada teman-temannya, ingin rasanya jika ia menasihatiku tapi sayang dia adalah perempuan yang jarang sekali bergaul dengan laki-laki, hampir dia tidak pernah menyia-nyiakan waktu kecuali mushaf quran kecil berada di tanganya atau majalah islami ia habiskan sambil menunggu jam pelajaran yang lain, sedangkan aku sering sekali berbuat yang sia-sia, jujur saja aku sangat tertarik untuk ikut merasakan suasana hatinya, aku menyangka dia telah menemukan kebahagiaanya, sesekali senyuman tersungging di pipinya, aku merasakanya seperti air yang sejuk yang menyirami keringnya hatiku, dan semenjak itu seakan-akan semua yang aku cari ada padanya bahkan semuanya ada padanya, lebih terpesona lagi ketika ada tes hafalan al-quran, subhanallah dia-lah satu-satunya siswa yang hafal juz 30 dengan sempurna, bahkan mungkin juz-juz yang lain, mengingat saat itu hanya juz 30 saja yang di teskan, sedangkan aku hanya sampe beberapa surat pendek saja, keyakinanku mulai bertambah bahwa aku ingin seperti dia, aku ingin merasakan kepuasan seperti dia, dan aku ingin merasakan kesejukan sepertinya, bahkan aku meyakini dia adalah wanita yang nyaris sempurna hidupnya, dan satu lagi dia adalah siswa yang berprestasi di kelas.
MENIRU SEMUA PERBUATANYA
Diam-diam aku memperhatikan buku-buku dan majalah yang sering ia baca, bahkan setiap buku yg ia baca aku catat judulnya dan aku cari di toko-toko buku, bersyukur aku mendapatkanya, bahkan sekarang aku berlangganan majalah yang sering ia baca, hari-hariku mulai berubah, benar-benar berubah, benar saja ternyata aku menemukan semuanya disini, di setiap lembar buku-buku itu, aku mulai mengerti arti kebahagiaan yang sesungguhnya, pertanyaan-pertanyaan yang sering hinggap di kepalaku tantang hakikat kehidupan sedikit demi sedikit terjawab, pengetahuanku terhadap agama Islam semakin bertambah, bahkan aku semakin haus dengan ilmu-ilmu agama. aku telah memahami arti kewajiban dalam Islam yang sebelumnya aku pahami setengah-setengah, pentingnya menjalankan syariat Islam dalam kehiduan sehari-hari, dan ancaman jika kita melalaikan kewajiban-kewajiban itu.
Tak lebih baik keadaanku mengenai nasib studiku, karena masalah yang sebelumnya telah menumpuk, masalah kepada guru-guru mata pelajaran karena seringnya aku tidak mengikuti pelajaran mereka, hingga akhirnya aku dipanggil di kantor BK, aku hadir sebagai siswa pesakitan yang membawa banyak sekali masalah, di depanku ada 4 orang guru, satu guru pembimbing dan satu lagi wali kelas dan dua lainya adalah guru mata pelajaran, aku ketakutan sangat ketakutan, seakan-akan di depanku adalah malaikat yang akan mencecar ku dengan pertanyaan tentang kesalahanku, beberapa menit dimulai sidang terhadapku, pertanyaan-pertanyaan bertubi-tubi menyerangku meskipun dengan ba bi bu aku harus menjawabnya, bahkan terkadang ejekan juga tak terlewat dari perkataan mereka, di tengah-tengah sidang itu entah mengapa tiba-tiab air mataku menetes, dan mulai terdengar isak tangisku, tiba-tiba mereka berhenti mencecarku, dari belakang seorang guru menepuk pundakku dan berkata “ceritakanlah semuanya pada kami, tentang masalahmu!” akan tetapi aku terdiam dan tidak berkata apapun, dalam hatiku berkata biarlah aku nikmati sendiri masalahku ini dan aku tidak akan membaginya dengan siapapun termasuk mereka!. Aku hanya bisa memohon ampun kepada Allah azzawajallah semoga Allah mengampuniku.
Entah mengapa selesai itu tak menambah keinginanku untuk memperbaiki studiku, bahkan aku berniat untuk keluar saja dari sekolah itu, dan benar saja aku mengatakan keinginanku itu kepada kedua orang tuaku, entah mengapa mereka berdua tidak menghakimiku setelah aku ceritakan banyak masalahku, meraka hanya berkata pilihlah yang baik menurutmu, dan sangat aneh mereka tidak marah sedikitpun setelah bulat aku putuskan untuk keluar dari sekolahku dan di tahun pelajaran berikutnya aku ingin mengulang kembali sekolah di tempat lain yang menurutku lebih baik, dan akhirnya aku benar-benar telah keluar dari sekolah itu!
Akan tetapi aku berjanji pada diriku sendiri untuk memanfaatkan waktu yang tersisa sebelum masa pendaftaran siswa baru di mulai, untuk belajar ilmu agama dan mencari sebabanyak mungkin teman-teman yang sholih yang aku yakin banyak pelajaran dari mereka, aku mulai sering menghadiri majelis-majelis ilmu di kota sukoharjo, bahkan aku sekarang hobi sekali menghafal al-quran, aku mulai mengerti dasar-dasar keislaman yang wajib aku ketahui dari kitab Al-Usulus tsalasah karangan syaikh Muhammad bin Abdul wahab, dan aku sedang mengikuti kajian tafsir ibnu katsir di salah satu pondok pesantren di kota sukoharjo, bahkan aku melahab habis kitab pembatal-pembatal ke Islaman karya Adzahaby dan kitab-kitab lainya, dengan ijin Allah

masyaAllah anugerah ini begitu besar artinya bagiku, anugerah keimanan yang aku mencontohnya dari seorang akhwat sholihah SMU N 1 Karangnyar (semoga Allah selalu menjaganya dan menjadikan usianya bermanfaat)

hingga dengan pertolongan Allah aku dimudahkan dalam segala urusanku studi tingkat menengah atas selesai dengan baik, dan aku berhasil masuk kesalah satu perguruan tinggi negari, dan sampe sekarang aku telah melewati banyak sekali lika-liku kehidupan yang sesungguhnya dalah proses pendewasaan yang sarat dnegan hikmah dan pelajaran.
Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (2:269)
Diselesaikan di Bogor bersama rintik hujan malam 16 Maret 2011


Dikirim pada 18 Maret 2011 di Catatan kecil !

Seperti tradisi yang berlalu, setelah solat ied dan ceramah hari raya seluruh warga desa melakan halal bi halal entah apa maknanya, mereka saling berabat tangan satu sama lain antara laki-laki dan laki-laki dan perempuan dg perempuan dg cara saling berjalan berurutan dan saling berjabat tangan hingga membentuk barisan yg panjang.
aku sebagai warga kampung situ jg ikut melakukan itung biar bisa bertatap muka dg warga lainya karena aku memang jarang sekali di rumah dari mulain kuliah hingga bekerja... yah biar bisa ngasih senyumlah pikirku.
barisan sudah panjang dan hampir selesai tiba2 pak imam memerintahkan agar barisan laki2 meyambung ke barisan perempuan..... hah!!!! aku ndak bisa berbuat apa2 kecuali ikut ke barisan yg telah bersalaman dg jamaah perempuan mau keluar barisan pasti jadi pusat perhatian, aduh ga dapilihan udah terlambat.... aku sama sekali ndak ikhlas dg perintah pak imam kali ini... tanganku berusaha tak satukan agar ngak bersalaman dan bersentuhan alhamdulillah usaha ini berhasil ..
tapi sampai pada sebuah titik yg aku ndak tahu mengapa aku harus menatap wajah itu lagi padahal aku sudah berusaha untuk menundukan pandangan dan aku g telah berusaha untuk melupakan wajah itu... tapi tiba2 saja senyum itu berlabuh kepadaku--- aku balas jg dg senyuman karena memang sepertinya reflek aku ndak bisa mengendalikan hiks hiksss..
mantan pacarku 3 tahun yg lalu... hari ini aku deg degakn kebali.... aduh pakah usaha kerasku untuk benar2 melupakan itu harus kandas pada hari raya ini padahal aku sudah mati2an untuk ini...
Ya Allah ampuni aku.. aku meninggalkanya karena-Mu Ya Allah jika dulu itu Engkau catat sebagai amal sholeh ku yg Engkau terima dg amal itu aku mohon jagalah Hatiku hingga mati .........

Dikirim pada 11 September 2010 di Catatan kecil !

Hmmm rasanya udah lama bgt ga posting2, kayaknya ini saat yang tepat deh, selain kerjaan udah kelar semua trus bosnya jg baik hati (lha bosnya aku sendiri hehe) ok deh langsung aja nih tak rivewkan sebuah kitab yang sebenarnya udah lama bgt tak beli cuma belum habis di baca, nih picnya :


Kitab ini di tulis oleh Al-Imam Abu Muhammad Al-Hasan bin Ali bin Khalaf Al-Barbahariy ato sering di sebut Imam Al-Barbahariy, disini akan aku tulis biografi singaktnya aja ya, ok deh. Sebenernya sampe sekarang q belum menemukan refrensi yg cukup kuat tentang dimana beliau lahir dan dibesarkan namun kalo dilihat dari kemasyuran beliau kemungkinan beliau lahir dan dibesarkan di Bagdad sebagai mana beliau sangat terkenal di Baghdad terutama para alim ulama, beliau banyak bergaul dengan murid-murid imam Ahlus sunnah, Ahmad bin hambal dan beliau banyak mengambil ilmu dari mereka dankebanyakan mereka berasal dari baghdad, ini menjadi bukit bahwa beliau besar dan tumbuh di tengah lingkungan ilmu yang kental dengan sunnah yang memberipengaruh besar pada beliau.
Bagai mana Guru dan petualangan beliau dalam mencari Ilmu ?
Beliau banyak menimba Ilmu dari para imam dan ulama dari sahabat2 Imam Ahmad bin Hambal namun sangat disayangkan guru beliau yang tecatum dalam literatur Islam hanya dua orang, yaitu :
1. Ahmad bin Muhammad bin Al-Hajjaj bin Abdul Aziz Abu Bakar Al-Marmazi, seorang iamam tokoh panutan, faqih, muhaddits dan pemuka ulama Baghdad, dan jg sahabat karib Imam Ahmad. Beliau wafat pada 6 Jumadil Ula tahun 275 H
2. Sahal bin Abdullah bin Yunus At-Tustari Abu Muhammad, seorang imam, ahli ibadah zuhud dan memiliki beberapa mutiara hikmah dan karomah serta kelebihan, ia wafat bulan muharam tahun 233 dalam usia 80 tahun.
Adapun kedudukan dan pujian dari para ulama terhadap beliau banyak sekali tapi disini hanya akan q sebutkan satu saja pujian Ibnu Katsir yang mungkin tidak bisa mewakili keadaan beliau di mata umat dan para ulama, Ibnu Katsir berkata : "Beliau seorang ulama yang zuhud, ulama ahli fiqih dari kalangan madzab Hambali, sangat ahli dalam memberi nasihat dan sangan tegas lagi keras terhadap ahli bid’ah dan pelaku maksiat serta sangan berwibawa dan disegani oleh orang alim dan awam"
hmmm untuk selanjutnya u dapat baca dan ciri sendiri tentang biografi beliau, dari keaadaan beliau ketika difitah dan ketika wafatnya beliau didalam persembunyiaanya.
Ok langsunh ke kitab yang udah ada di hadapan u semua.
Beliau memulai bukunya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah serta pengakuan tulus terhadap segala karunia dan nikmat-Nya. Kemudian beliau mengaskan bahwa Islam adalah sunnah dan sunnah adalah islam dan mendorong semua umat agar tetap teguh di atas jama’ah, lalu beliau menjelaskan bahwa landasan sunnah dan orang yange menjadi penafsir sunnah adalah para sahabat Rasulullah.
Kemudian beliau mengajak dan memberi motivasi untuk mengkuti sunnah dan meninggalkan bid’ah dan beliau jg menjelaskan bahaya qiyas dan membuat perumpamaan dalam masalah sunnah serta mengajak setiap muslim hanya beriman dan membenarkan apa yang datang dari Allah dan Rasul-Nya.
Beliau jg memberi peringatan keras terhadap bahaya berbantah-bantahan, berdebat dan adu argumentasi karena tidandakan ini hanya menimbulkan keragu-raguan dalam hati.
Beliau jg berbicara tentang masalah keImanan bahwa Allah bisa dilihat pada hari kiamat dan beriman kepada mizan, adzab kubur, telaga Rasulullah dan setiap nabi memiliki telaga, syafaat, shirath, para nabi dan malaikat, surga dan neraka, Dajjal dan turunya Nabi Isa pada akhir zaman.
banyak sekali masalah hukum2 yang beliau uraikan, masalah pelaku dosa besar yang jika ia bertaubat maka Allah akan ampuni dia, dll
silahkan merujuk saja sendiri ya, capek bgt!!!

Dikirim pada 03 Agustus 2010 di Catatan kecil !

Hidup diantara kemudahan fasilitas duniawi siapa yang tidak ingin?, tapi taukah antum bahwa tak sebahagia yang antum sangka kenyataanya, kemudahan hidup tak selalu memudahkan fasilitas hidup tak selamanya bisa menjadi sarana menuju kebahagiaan, seorang ikhwn bercerita kepada sahabatnya, mencurahkan semua kesedihanya meluapkan semua beban hidupnya yang hampir-hampir membuat dadanya meledak, apakah ia dalam kondisi kemiskinan sehingga begitu berat beban yang harus ia pikul?, ternyata sebaliknya, ayahnya adalah seorang pejabat yang berpengaruh di lingkungan kabupaten dan ibunya adalah seorang akuntan di instansi pemerintah dan keluarganya adalah keluarga yang terpandang, akan tetapi inilah yang menjadikan hatinya resah dan matanya sering meneteskan air dalam kesendirianya.
Berawal saat ia memasuki jenjang sekolah SLTA, hatinya berbunga2 karena ia berhasil masuk di sebuah sekolah favorit sesuai dengan harapan dan keinginan bapak dan ibunya, tidak sia-sia matanya minus karena haus dg buku2 dan tidak sia-sia ia mengikuti les tambahan di sebuah BIMBEL .
Sekolah baru dengan banyak ekosistem yang masih belum begitu ia kenal asing dan seakan2 ia sendiri, minggu2 pertama ia merasa selalu ada yang kurang dengan penampilanya mungkin sepatunya salah ato kaos kaki yang tak sesuai dg peraturan dan lain2, akhirnya bulan pun berganti kini hampir tiba MID semester sampai disini ia tidak mengalami masalah apapun semua berjalan lancar proses adaptasipun tidak mengalami kendala yang berat.
Ujian tengah semester kali ini akan di adakan dengan sistem silang artinya bukan hanya kelas satu disilang tempat duduknya dengan kelas 2 saja tapi kelas I, II, III di campur dalam satu kelas dan lagi masing2 kelas juga di campur. kelas I1, I2, I3 di oplos ndak karuan dan bisa di pastikan belakang meja ato depan meja bukan dari teman satu kelas pokoknya rumit sekali, entah siapa yang punya ide ini dan menemukan rumus untuk mengoplosnya.
Hari Senin ia melangkah dengan pasti dan optimis karena memang persiapan sudah sangat matang sekali untuk menghadapi serangan pagi yang mendebarkan ai tidak peduli siap didepan ato di belakang tempat duduknya hari itu. bel sudah berbunyi bel pendek 3 kali dan panjang sekali artinya pertempuran pertama dimulai

Dikirim pada 21 Maret 2010 di


Kelam masih hitam
Selimuti Bulan dan bintang yang mengintip malu
Menyongsong lahirnya fajar baru.
Sayup …kumandang azan seru-menyeru
Mengiringi lahirnya fajar hari ini di kota Nabi.
Syahdu ..
Menghentak kalbu
Bangunlah jiwa yang berselimut mimpi
Mimpimu t’lah berlalu
Jemputlah asamu
Bangkitlah hai jiwa yang terlena
Hayya ‘alash sholaah
Hayya ‘alal falaah
Panggilan Allah menggema
Menyeruak dedaunan dan pokok-pokok korma
Hayya ‘alash sholah
Hayya ‘alal falah
Panggilah Allah menggema
Mimpiku menjadi nyata
Menimba ilmu di Madinah Nabawiyyah.
Kota Nabi, penghujung 1997

$6.00 Welcome Survey After Free Registration!

Dikirim pada 19 Desember 2009 di
19 Des


Setiap hari kunanti kedatanganmu
Setiap pagi kusambut senyummu
Aku mencarimu,
Berselimut embun bercampur asap
yang ada hanya kepedihan menusuk mata
napas sesak tersedak asap
kugosok mata seolah tak percaya
kian pedih, semakin sedih
oohh .. kiamatkah hari?!!
Kenapa sudah berapa pagi tidak ada matahari?!!
Akhirnya kau datang walau telah siang
Tapi kenapa, kau datang tanpa senyuman
Wajah pucat tidak bercahaya
Asa hilang dalam angkara
Karena ulah manusia
Matahari menyala
Udara dan Bumi membara
Hai manusia, kau sedang melukis bencana
Di darat dan lautan,
Dengan tangan-tangan jahiliyah
Dan kemudian
Binasa dalam siksa
Pekanbaru, Sya’ban 1425 Hijriyah.
Ditulis ketika Pekanbaru diselimuti kabut asap

Dikirim pada 19 Desember 2009 di


Dibawah rintik hujan
Ku saksikan Rahmat-Mu
Bersama gemuruh air jatuh dibebatuan
Ku lihat ke Maha Perkasaan-Mu
Disa’at burung berkicau dipepohonan menyambut pagi
Daku terbuai dalam kesucian dan keagungan-Mu
Ketika kemilau pelangi menghiasi langit
Ku saksikan ke Maha Indahan dan ke Maha sempurnaan-Mu
Semilir angin menerpa wajah membawa kesejukan
Menyusup kedalam pori-pori, mengalir dalam setiap nadi
Hingga sampai ke hati menghantarkan kedamaian
Kutahu kasih-sayang-Mu meliputi segala sesuatu
Dilembah ini .. dalam kesunyian, kesejukan dan kedamaian
Aku bersaksi, aku bertasbih, aku memuja dan memuji-Mu
Robbi .. Engkau tidak menciptakan semua ini dengan sia-sia
Dakulah yang telah berbuat sia-sia bergelimang dosa
Seluruh makhluk bertasbih mengagungkan-Mu
Dan aku.. ke-akuan membuatku buta tak membaca ayat-ayat-Mu,
Kesombongan membuatku tuli tak mendengar Firman-Mu, keangkuhan membuatku bisu tidak bertasbih memuja dan memuji-Mu.
Namun, Engkau Maha Mengetahui .. hatiku tetap bersaksi
Engkaulah Yang Maha Perkasa dan akulah si lemah, maka kuatkanlah aku
Engkaulah Yang Maha Mulia dan akulah si hina maka muliakanlah aku
Engkaulah Yang Maha Kaya dan akulah si miskin, maka anugerahilah aku
Akulah si pendosa dan Engkaulah Yang Maha Pengampun dosa
Maha Suci Engkau .. maka jagalah daku dari azab neraka
Robbi .. daku terlalu lemah untuk menanggung azab-Mu
Jauhkanlah daku dari orang yang engkau campakkan ke neraka dan Engkau hinakan
Robbi .. aku telah mendengar seruan-Mu
Aku bersaksi Engkaulah Sang Pencipta
Hanya untukmu semata segala bentuk ibadah
Engkaulah pemilik segala nama yang indah dan sifat yang sempurna
Ampunilah dosaku, hapuslah keselahanku, dan wafatkanlah aku bersama orang-orang yang baik
Robbi .. berikanlah yang telah Engkau janjikan melalui Rasul-Mu
Janganlah hinakan daku di yaumil qiyamah
Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji
Amin.
Abuz Zubeir Hawaary
Suatu pagi di Hutan Lembah Aek Martua

Dikirim pada 19 Desember 2009 di

Wahai jiwa, yakinlah …
Sekalipun kematian hari ini melangkahimu menjemput yang lain
Sejatinya ia dalam perjalanan menujumu.
Hidup ini betapapun panjang dan indahnya, pasti berakhir jua.
Tak lebih dari detik ke menit, jam ke hari, minggu ke bulan lalu berganti tahun
Maka engkau akan sendiri tanpa teman, harta dan kekasih.
Ingatlah kematian hari ini untuk hidup kemudian hari
Tangisilah dosa hari ini untuk bahagia disurga nanti.
Bandingkanlah antara kehidupan yang bahagia di jalan Allah dengan kehidupan yang jauh dari Manhaj Allah.
Bandingkanlah antara orang-orang yang sholeh dan istiqomah dengan orang-orang yang bingung lagi tersesat, penuh keraguan, kebimbangan dan keresahan.

Dikirim pada 19 Desember 2009 di
19 Des


Semua ingin bahagia
Bahagia di dunia dan akhirat
Tetapi, bagaimana kan mencapai bahagia bila dayung tak berkayuh
Atau bahtera berlayar di daratan kering.
Saudaraku .. buka hati sebelum membuka mata dan telinga
Bacalah seksama, berikut ini beberapa sebab-sebab yang mendatangkan kebahagian dunia dan akhirat,
1. Beriman kepada Allah Ta’ala dan beramal sholeh.
2. Iman kepada Qodho dan Qodhor yang baik maupun buruk.
3. Ilmu syar’i.
4. Memperbanyak dzikrullah dan qiroatul quran.
5. Bersih dan sucikan hati dari penyakit.
6. Berbuat baik kepada manusia.
7. Melihat orang yang dibawahmu dalam urusan dunia dan orang yang di atasmu dalam urusan akhirat.
8. Pendek angan-angan dan impian di dunia dan tidak menggantungkan hati ke dunia serta bersiap-siap untuk kematian.
9. Yakini bahwasanya kebahagian seorang mukmin yang hakiki adalah di akhirat bukan di dunia.
10. Berteman dengan orang yang sholeh.
11. Ketahuilah, bahwasanya gangguan manusia terhadapmu adalah baik bagimu dan buruk bagi mereka.
12. Kata-kata yang baik, dan membalak keburukan dengan kebaikan.
13. Berlindung kepada Allah Azza wa Jalla dan memperbanyak do’a. (Ma’lumaat Jami’ah Qoyyimah hal. (12).
Semoga Allah Ta’ala melimpahkan kepada kita kebaikan dan kebahagian di dunia dan akhirat, amin.
Muhibbukum
Abuz Zubair Hawaary

Dikirim pada 19 Desember 2009 di

Dengan segala kerendahan dan kehinaan
Aku datang .. mengetuk pintuk ampunan
Aku hadir dihadapan-Mu dengan segenap jiwa dan raga
Tatkala hati telah gersang tiada lagi tempat meminta
Tatkala jiwa telah ternoda oleh dosa
Aku tersungkur dalam sujud mengharap maghfiroh
Menangisi segala perbuatanku yang salah
Robbi .. aku telah rasakan panasnya siksa dosa didunia
Jauhkanlah aku dari siksa azab neraka.

Dikirim pada 19 Desember 2009 di
Awal « 1 2 3 4 » Akhir


connect with ABATASA